Langsung ke konten utama

Maaf, aku takut kehilangan kepercayaan yang dikasih :D


Maaf, aku takut kehilangan kepercayaan yang dikasih :D
Terserah kalian mau bilang apa? Aku memang salah. Gak nyapa kalian. Tappii itu bukan karena aku sok gak kenal sama kalian. I’m really really startled. Terserah kalian percaya atau gak. Aku ingat itu tempat umum, banyak mata yang kita kenal, kakak-kakak kita, sahabat-sahabat kita yang dekat dengan orang tua kita. Aku gmw mereka mikir dan membuat hal-hal yang gak penting sampai ke ortuku. Meskipun sepele. Yeaah intinya, aku sama temanku kaget, okee akuu salaahh  dan bodohnya gak ke tempat kalian buat nyapa. Di benakku hanya ingin aku disini di tempat umum ini bersama teman kelas yang cewek. Karena jika tidak,aku gak di izinin sama ortuku. Makanya di benakku cuman ada bagaimana aku bersikap disana sedimikian rupa tidak membuat orang disekitar ku curiga dan membuat hal-hal menyebalkan tapi efeknya buruk. Intinya aku takut kehilangan kepercayaan yang aku dapatkan dari ortuku belum lama ini J terserah kalian nganggep apa, jahat #banget, egois#yeaah mungkin aku egois karena mementingkan urusanku, aku ingat itu tempat umum tetapi tempat itu dapat.................
Aku minta maaf, benar-benar minta maaf J
Kalo kalian gak trima? Silahkan, mau benci saya itu hak anda mungkin, mau sok baik di depan saya dan bla bla sillahhkaaannnn itu hak anda mungkin J aku tahu, jika kalian itu bener-bener atau sekedar formalitas jika ada maunya atau pura-pura baik. Itu terserah anda. Entah senyum palsu, tawa palsu, bicara palsu, tingkah palsu. Bahkan salam palsu??
Intinya aku benar-benar minta maaf, memaafkan atau enggaknya itu hak kalian J
Tohh kalian sendiri yang pernah bilang? Semua org pernah melakukan kesalahan kecil maupun sangat besar. Kalo tidak memaafkan pantaskah itu? Padahal Tuhan aja Maha Memaafkan J memangnya kita belum pernah berbuat salah?
#itu anda sendiri lo yg bilang J
12:01
22-10-12

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sisi Lain Posbindu #curhatpart1

Hari minggu, bangun pagi itu kadang menjadi hal yang menyebalkan bagi beberapa orang. Apalagi bangun pagi, mandi dan menjalankan aktivitas seperti biasanya. Hal ini pasti juga dirasakan pada kader remaja di daerah rumahku (termasuk aku). Rasanya berat sekali, harus bangun pagi, nyiapin meja, tempat, koordinasi dan lain sebagainya. Hingga tak terasa menjadi sebuah kebiasaan setiap satu bulan sekali. Ini terjadi minggu kemarin. Rasanya muak sekali mau berangkat posbindu. Lagi-lagi beban moril sebagai penanggungjawab mau tidak mau tetap harus turun ke lapangan. Ternyata pagi kemarin berbeda dari biasanya. Ada banyak hal yang membuat kita berhenti sejenak. Berhenti untuk mengeluh. Berhenti untuk terlalu obsesi. Berhenti untuk selalu ambisius. Berhenti untuk terlalu kapitalis. Kenapa? Apa hubungannya? Kita lihat memang tidak ada hubungan sama sekali. Tetapi, ketika aku telusuri ada. Mulai dari persiapan. Dimana setiap dusun (oiya Posbindu ini untuk se Pedukuhan yang terdiri dari 3 dus...

Syukur Selalu (Surat untuk Diriku)

Syukur Selalu Surat untuk Diriku Tidak menyangka ya Is, kita telah melewati lika-liku hidup. Terimakasih ya telah mau diajak berjuang dan memulai hal yang baru di tahun 2020. Tidak terasa Januari, Februari telah kita lewati. Dan Maret akan segera berakhir. Terimakasih telah menjadi kuat. 2020 awal   masuk dunia administrasi birokrat yang selama ini aku hindari. Dunia yang ternyata menguras energi, air mata dan penuh challange. Aku ingat banget ketika berkata “Yes, I do” di ruang Aula tempat aku bekerja. Sejak saat itulah hidupku berubah total. Birokrat. Awal-awal terasa sangat berat ditambah rutinitas yang begitu membosankan. Tidak ada teman berbagi (mencurahkan keluh kesah) menjadi kendala bagi seorang ekstrovert sepertiku. Januari menjadi awal yang sangat berat. Rancangan anggaran yang terus revisi, administrasi yang begitu panjang proses dan tingakatannya, ditambah powerless anak baru yang seakan harus wajib aku jalani. Ingat banget harus menjalankan tugas rumahan ...

OKI 2012 part III

OKI Part III (@UGM) Campus Travelling Bus putih biru menyusuri jalan ditemani rintikan gerimis dan awan keabu-abuan berjalan seraya memberi sebuah peringatan.   Melewati jalan yang begitu sesak oleh calon pepmpin bangsa membuat suatu atmosphere tersendiri pagi itu. Kampus tua dn tertua di negeri kita ini tetalah kokoh dan gagah. Begitu yakin dan meyakinkan. Kampus impianku. Tibalah aku disitu. Menginjak tanah kampus ini untuk kesekian kalinya selalu membuatku darah mengalir begitu cepat. Detak jantung terasa begitu cepat. Tapi,langkahku tetap terpadu dengan warna kehidupan pagi ini.   Ku langkahkan kakiku di sebuah gedung megah yang selama ini tidak aku temui di UGM. #maklum sangat luas. Banyak wisudawan berfoto di depan gedung tersebut, yeahhh... keompokku gak mau kalah juga ini rupanya?? Calon wisudawan UGM. Amin J