Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Puisi

Masih Sama (Puisi Post)

Bersyukurlah dengan apa yang telah diberikan kepada Tuhan. Salah satunya seseorang yang telah hadir dalam hidup kita. Karena dia merupakan anugrah indah yang Tuhan berikan. Bersyukurlah :) Engkau itu Kamu Disaat lembaran hari tlah berganti Minggupun mulai terlewati Aku pun mulai menanti Sang bulan bersinar menghampiri Tapi, hingga langit menghilang Dan burung hantu mulai berkeliaran Dan burung bangau mulai kembali ka sarang Engkau tetap diam tak menghampiri Oh.. Aku mengerti Karena kau tak tahu pada diri orang lain Tetapi, mengapa engkau tak mengerti? Harusnya engkau paham Harusnya engkau merasakan Bahwa Engkau itu kamu Engkau bukan dia Engkau itu kamu Kamu yang selalu dalam mimpi-mimpiku Kamu yang selalu mewarnai hidupku Kamu yang selalu merepotkan hatiku Kamu yang selalu menghiasi senyumku Kamu yang selalu mengobati letihku Kamu yang selalu selalu

In the Second

Teruntuk engkau   Bunga-bunga merekah sumringah Malam terang telah berganti Bintang-bintang telah pergi Berganti dengan sang mentari Aku letih dan sayu Tapi, karenamu aku sanggup Tuk menyembunyikan segala letihku Menampakkan sinar putihku Kau selalu bersinar disaat ku tak sanggup menyinari Kau selalu tersenyum disaat ku rapuh Kau peduli tentang opiniku Walau kadang menjengkelkan bagiku Aku bersyukur, Tuhan telah menganugrahkanmu berada Dalam hidupku Membawa canda dan tawa bagiku Yang kadang sulit tuk kudapatkan dalam hidupku

Dia

Selamat malam :) Diawal bulan Juni ini saya akan membagikan sebuah puisi sederhana. Puisi ini telah saya buat beberapa waktu yang lalu. Puisi yang menceritakan seseorang yang telah hadir dalam hidup saya. Seseorang yang tidak asing dalam kehidupan saya. Seseorang yang saya namakan "dia". Si dia ini ada dalam hidup saya sejak masih kecil dahulu. Teman masa kecil tapi tidak dekat. Saya dan dia mulai dekat beberapa tahun yang lalu. Mungkin, ada beberapa hal yang membuat saya dan dia menjadi dekat. Kedewasaan dan kegiatan. Karena dari proses inilah kami menjadi dekat. Karena kita memang tidak seumuran. Hingga kini, dia saya anggap sebagai kakak saya sendiri. Dia yang mengajarkan kesederhanaan, membawa tawa asli yang kadang sangat sulit aku dapatkan.  Inilah puisi special to someone in my life :)  Dia Dia yang menghalangi hatiku Dia yang menjadi obat penenang dikala hati mulai tak karuan Dia yang menjadi obat penenang bagi seserorang Dia yang hadi...