Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Curahan Hati

Etalase Rindu

Untuk kerinduan yang tanpa jeda, kupersembahkan kepada yang tercinta -Fanny Fajriyah- Malam ini, aku merasa tak lagi berdaya dalam memori-memori indah saat bersamamu. Meskipun kamu tak pernah tau isi dalam hati ini. Meskipun kamu tak kan pernah mengerti arti semua ini. Aku takkan bisa berbohong pada perasaanku sendiri. Meskipun kamu takkan pernah tau, bahwa aku mengagumimu dan bahkan lebih dari itu. Teruntukmu, yang selalu aku panggil sebagai kakak, aku ingin setiap mimpi-mimpiku menjadi tak semu saat bersamamu. Yang tak hanya bertemu dalam ruang rindu. Yang tak hanya berdua dalam ilusi belaka. Mampukah kita untuk selalu bersama meski tak sama? Mampukah kamu menemaniku saat ada dan tiada. Aku tak berharap apapun darimu. Aku cukup berharap kamu selalu berada disampingku dan menjadi kakak impianku. Semua terjadi begitu murni. Andaikan aku dapat mengubah ritme-ritme hati, takkan pernah aku buat untuk mengagumimu. Tapi nyatanya ku tak mampu. Semuanya sudah mengalir. Kamu baga...

Untuk Sahabatmu Itu...

Jalan Parangtritis begitu padat sore ini. Bahkan setiap perempatan lampu dihijaukan semua. Jalur kebarat dan ketimur ditutup semua. Begitu riuhnya suasana sore itu. Aku berusaha menikmati setiap suara-suara bising kendaraan berlalu lalang. Orang-orang yang menjajakan tempat oleh-olehnya. Aku hanya terdiam seribu bahasa. Tak sedikitpun rasanya aku bicara dijalan saat bersamamu itu. Hanya menjawab beberapa pertanyaan basa-basi saja darimu. Lebih menikmati diam dan membalas inbox masuk dari teman-temanku hingga sampai pada sebuah tujuan. Setelah urusan kami selesai, kami pulang melewati jalan yang berbeda. Jalan yang tak seriuh kami berangkat tadi. Melewati sawah-sawah yang begitu indah mempesona. Yang membuatku tak betah untuk mengunci mulut ini. Apalagi kamu yang terus menanyakan banyak hal. Sepanjang jalan yang penuh cerita bersamamu. Hingga berada di depan rumahku Dan akhirnya yang diduga pun terduga. Sebuah persepsi tentang sahabatmu itu. Persepsi yang membuatku ...

Dear Mr. Cloud

For someone who i give the name of a cloud. Hallo? My cloud, how are you today? I hope you will be better.. How are you the man who ever i admire one year ago? Yeahh you changed. Of course, everyone going to changed with their maturation. Just that, you start to get away from me. You are so phlegmatic. Sometimes, you don’t conseder me beside you. But, sometimes you very protect me. You make me confused, my cloud. I know, you have had soulmate. But, why you don’t recognize in front of me? You know, it’is painful. Mr. Cloud, help me please. I don’t force to love me. I just want to understand. Understand my sense, my feeling. Okey, my cloud, it’s enough. Please, don’t give me empty wishes. I think, you unnecessarily give your heart for me. i wanna you smile and beside me. Listen my story, hear my complaints, give me a bright side. My cloud, i miss your emotion icons in chat or msg. I miss your childish behavior. When you complaint about your life, your friend a...

Sepupuku Yang Ganteng, I Miss You So Much :*

Teruntuk Sepupuku Tercinta yang Paling Ganteng Sedunia Sayang, malam ini takbir selalu bergema dimana-mana Letusan bunga api semerbak ditelinga dari berbagai arah Sayang, malam ini ketika bunga api menyilaukan mata Lampu-lampu kemerlap disudut tiap rumah Lampion-lampion beraneka warna menghiasi suasana Anak-anak berlari menyambut diri Tertawa kesana kemari Sayang, malam ini Aku sangat merindukanmu tiada terkira Coba aku memiliki sayap Aku akan mengajakmu terbang, sayang Aku ingin kamu tersenyum tertawa bersama Sayang, maafkan aku Aku yang hanya bisa merindukamu Aku yang hanya bisa mendoakanmu Sekali lagi sayang, aku minta maaf maaf seribu maaf Malam ini, aku memutuskan tidak mengikuti keliling atau jalan-jalan sehabis takbir di kampungku. Jujur, letih rasanya badan dan hati yang mulai memanas memendam banyak amarah yang tak perlu ku luapkan. Emosi yang membuatku semakin merepotkan dikala badan tak lagi bersahabat. Aku lebih memilih pulang kerum...

Love him (Stop)

Tiba-tiba mendadak suka sebuah lagu anak negeri. Lagu yang penuh makna ini. Judulnya Ruang Rindu-Letto. Lagu yang membawakan perasaanku saat ini. Lagu yang malam ini sengaja ku putar berulang kali. Entah kenapa aku sangat menyukai lagu ini. Di daun yang ikut mengalir lembut, terbawa sungai ke ujung mata Dan aku mulai takut terbawa cinta, menghirup rindu yang sesakkan dada Jalanku hampa dan ku sentuh dia, terasa hangat di dalam hati Kupegang erat dan kuhalangi waktu, tak urung jua ku lihatnya pergi …… Tak pernah kuragu dan selalu kuingat, kerlingan matamu dan sentuhan hangat Ku saat itu takut mencari makna, tumbuhkan rasa yang sesakkan dada (*) Kau datang dan pergi begitu saja, semua ku terima apa adanya Mata terpejam dan hati menggumam, di ruang rindu kita bertemu Lagu yang cukup mewakili hati malam ini. Ingin rasanya aku berhenti untuk mengakhiri perasaan yang telah lama terbangun ini. Perasaan padanya yang telah tumbuh sekian lama. Tapi, kenyataannya tetap ...