Langsung ke konten utama

Postingan

Be Grateful

Akhir-akhir ini saya capek memerankan sebagai Keara. Yang ada olokan sahabat saya, Febri makin menjadi-jadi. Mulai mengatakan "Itu bukan kamu banget, Isti". "Bisa-bisanya kamu jatuh cinta sama dia, pakai apa ya dia" (Lupakan Sejenak) Aku ingin berperan sebagai Ray kali ini. Oh bukan Ray. Tetapi aku ingin mengambil sesuatu hal yang dapat kujadikan pembelajaran dari Ray. Bukankah Tuhan itu Adil, Ray? Iya, Tuhan Maha Adil seadil-adilnya. Sudah kamu buktikan kan Ray? Melalui hukum kehidupan sebab-akibat. Tidak perlu aku ceritakan kembali setelah membaca cerita tentang kehidupanmu. Ray, aku sangat bersyukur dapat dipertemunkan dengan ceritamu. Meskipun melalui hal yang kebetulan atau entah sudah menjadi rencana Tuhan. Buku yang menceritkanmu itu sudah terbit sejak aku jaman Kuliah Ray. Akan tetapi aku tidak mengenal bukumu itu. Aku mengenal buku yang lain Ray malahan. Waktu itu aku tidak terlalu tertarik dengan buku-buku karya pengarang cerita kisah hidupmu. Han...

My Lovely Teacher

Selamat tahun baru, sahabat. Semoga tahun 2018 menjadi pribadi lebih baik dan penuh berkah ya. In the first, saya mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh pihak yang telah datang dan pergi di tahun 2017. Saya juga memohon maaf kepada semua pihak apabila banyak kesalahan dan kekecewaan terhadap saya. Untuk postingan blog pertama kali saya akan mempersembahkan untuk salah satu guru favorit, my lovely teacher. Dia adalah Guru Ngaji Aku Saya sejak umur 2-3 tahun kalo gak salah sudah ikut mengaji di Taman Pendidikan Al-Quran. Pada suatu hari saya tempat mengajinya dipindahkan. Saya bersama 9 orang lainnya berada di rumahnya Mbak Epi. So lucky, memang sejak kecil entah umur berapa saya suka main di rumah beliau. Why? Gatau juga kenapa saya bisa sampai sana ditungguin Ibuku. Yang jelas Mbak Epi (Panggilannya) punya banyak boneka. Saya tidak teralu tertarik dengan boneka sih sejak kecil, tapi seingatku beliau juga punya mainan mobil-mobilan. Entah kenapa saya betah main disana....

Me Time Bareng Antalogi Rasa Karya Ika Natassa

Kejadian itu terjadi di kota metropolitan pada bulan Oktober lalu. Di tengah hiruk pikuk pekerjaan rumah sakit yang tidak pernah berhenti saya melakukan “me time” . Me time bagi saya sangatlah penting dalam kehidupan sehari-hari apalagi waktu menghadapi padatnya kegiatan yang tak kunjung selesai. Me Time bagi saya sangat bermanfaat untuk menghidupkan energi positif yang mungkin mulai menipis dalam diri. Me time bukan berarti lari dari tanggungjawab yan sahabat. Bagi saya, me time tidak harus traveling ke sebuah tempat yang sepi seperti pantai, gunung atau tempat-tempat manusia muda biasa menghabiskan waktu seperti caffe-caffe yang baru trend atau istilah mudanya ngehits. Me time merupakan cara menyisihkan sedikit waktu untuk mengumpulkan energi positif dan meletakkan beban sebentar. Cara me time   saya salah satunya yaitu pergi ke toko buku favorit yaitu gramedia. Pada waktu itu saya pulang dari rumah sakit langsung ke gramedia tanpa pulang dulu untuk lebih menghemat wa...

Sebenernya dia butuh saya tidak? Terjawab Sudah

Waktu berlalu begitu cepat. Begitu banyak yang datang lalu harus berpisah lagi. Kenangan semakin menebal seiring datangnya hari. banyak hal yang saya dapatkan selama 4 bulan terakhir ini. Datang dan pergi silih berganti. Sedih senang, pahit manis. Empat bulan yang membuatku tersadar akan banyak hal. Syukur, mandiri, sabar, sehat dan ikhlas. Pada part I ini saya akan menceritakan mengenai pengharapan pada orang yang puncaknya membuat saya untuk memutuskan banyak hal dalam hidup. Untuk kali pertamanya saya hidup jauh dengan saudara dan orang tua dalam jangka yang cukup lama yaitu tiga bulan. Meskipun sebelumnya sering bepergian, tetapi ini berbeda, saya bepergian tidak untuk menginap di hotel, tetapi dirumah orang alias kontrak(kos). Yeah, its my first experience. Hari-hari genting pun berdatangan, hingga pada suatu ketika saya sudah overload untuk tidak mengungkapkannya. Yeaay. Untuk pertama kalinya saya ungkapkan segala keluhku ke salah satu sahabatku yang aku percaya. Dia mungk...

Thrawback Jember ---------> Baturaden

Aku baru berani dan sempat menceritakan kronologi pergi ke Jember. Awalnya aku gak berani sama sekali buat cerita ke siapapun kecuali temen-temen deket kampus. Dibilang sakit hati emang sakit. Tapi uda terlanjur gimana lagi coba. Yang jelas ini perjalanan paling mandiri dan penuh dengan air mata (alay). Waktu itu aku lagi dijauhin kakakku. Gatau kenapa. Sedih banget sih sebenarnya. Waktu itu aku lebih milih “sudahlah” hingga pada akhirnya aku ngerti kenapa jauhin aku. Aku gamau nyalahin siapa-siapa toh dia juga uda lupa. Awalnya aku, nada, erika Cuma iseng ikut lomba namanya Formula Competition. Dan ini kompetisi ahli gizi banget. Kenapa? Diliat dari kasusnya yaitu pembuatan formula penatalaksanaan gizi buruk pada balita. Awesome banget. Tanpa basa basi aku ikut bareng mereka. Kami mendalami teori mengenai gizi buruk, formula milik WHO hingga pembuatan formula kami. Setelah berbagai percobaan yang memilukan akhirnya dapatlah formula yang sesuai harapan kita. Saat itu aku gunain ...

Jawaban Tante Kala Itu

Waktu aku SMA pernah bertanya pada tanteku dengan sok-sokan dewasa. “Tan, cinta bisa tumbuh gak dalam ketidakbahagiaan?” Waktu itu tanteku bingung mau jawab bagaimana. “Dalam seberapapun kesedihan pasti ada sepercik kebahagiaan didalamnya”. “Maksudnya tan?” Aku emang bego banget kala itu. Lola banget. Hahaha. Sekarang aku baru ngerti apa yang dimaksuud itu semua. Parahnya lagi aku mengalaminya. *garuk aspal. Kemarin, di sela-sela silaturahmi aku video call dengan paman aku yang kedua. Aku punya dua paman didunia ini. They are very kind and cutez. Kalo “Om” ada banyak, tapi karena dari kecil aku deketnya cuma sama mereka berdua. Maklum ya, aku ponakan pertama mereka. Hahahaha so what i want selalu cling ada di depan mata aku *ampuni hamba. Balik lagi ke jawaban tante. Nah kemarin aku curhat sama pamanku mulai lulus mau kemana sampai ditanyain lagi sama siapa ☹ . Nah saat aku cerita soal jawaban tante kala itu dia Cuma bilang “rasakan loo” hiksss. Parahnya lagi dia malah mulai aga...

Super Trap

Lagi lagi lagi dan lagi. Ketika saya berusaha melupakan semua yang terjadi di masa lampau dan berusaha menghindarinya. Saya malah terjebak pada situasi kondisi itu lagi. Seakan-akan apa yang saya jauhi sengaja mendekat menetap dan kemudian menghilang. Saya sudah berusaha untuk menghindari semua apa yang telah membuat saya sakit sendiri. Gagal gagal gagal dan gagal. Semua bergitu saja datang tanpa permisi. Meskipun saya sudah menghindari lari kesana kemari tetap saja menemuinya. Letih sekali rasanya karena semua ini saya sendiri yang merasakannya. Tidak ada yang tahu mengenai hal ini. Saya lebih diam dan tidak menceritakan ke semua orang termasuk orang-orang dekat terpercaya. Saya tidak ingin mereka salah persepsi dan mengatakan apa yang saya lakukan benar. Saya tidak membutuhkan itu. Saya lebih memilih untuk menikmati sendiri meski menyakitkan bahkan membuat diri untuk bangun pun terlalu berat. Saya lebih memilih bercerita kepada Tuhan dan seorang psikolog klinik dan menjadi...