Langsung ke konten utama

What makes the difference

Seringkali orang menyangka menuntut ilmu di tempat yang elite, famous terkenal itu akan kelihatan pintar. Bahkan ada yang mengatakan bahwa dengan sekolah di luar negeri lebih gampang mendapatkan pekerjaan dengan jabatan yang tinggi. Lalu, apakah teori ini selalu benar?
Marilah kita sejenak menjadi manusia yang sebenarnya manusia. Bukan manusia yang gengsi. Kita pun tidak menyangkal punya rasa gengsi. Tetapi, bagaimana kita mengendalikannya. Itu hanya kita yang tahu. Sering kali kita bertanya dan ditanya, perihal apa bedanya kuliah di luar negeri daripada di dalam negeri? Tentunya berbeda. Culture, lingkungan, sosial,  dan selebihnya sama.

Kesuksesan itu terbentuk bukan darimana kita bersekolah.Tetapi dari bagaimana kita mengaplikasikan dan menerapkan ilmu dan pengetahuan yang telah didapatkan dalam bangku sekolah maupun kuliah. Kesuksesan dapat kita raih dimana pun dan kapan pun kita berada. Asalkan ada niat untuk sukses dan berjuang, berusaha semaksimal mungkin untuk meraihnya.

Selanjutnya, jangan mudah putus asa dan menyerah. Karena kesuksesan sangat membutuhkan optimistis. Jangan galau dengan kegagalan yang pernah datang dalam kehidupan. Karena kegagalan itu akan membuat kita semakin bijak untuk tidak melakukan kesalahan demi masa depan yang indah. So, kegagalan bukanlah keguguran. Keep optimis!!! Karena dengan optimis kita menjadi percaya dalam melakukan usaha. Hindarilah sikap pesimis. Kenapa? Pesimis itu hanya akan membawa energi negatif. Pesimis hanya akan membuat kita takut dan takut untuk mencoba. Dan itu hanya akan menyusahkan kita dalam melakukan sesuatu. 

Saya juga beberapa kali psimis. Waktu itu, yang saya dapat hanyalah energi yang sia-sia saja. Pesimis hanya membuang-buang waktu saja. Karena saya tidak maju-maju. Hingga akhirnya, saya mendapatkan energi positif yang sesungguhnya sudah ada dalam diri kita. Perlahan rasa psimis itu hilang ketika saya telah menemukan jalan keluarnya.Tentunya jika kita niat dan yakin bahwa kita bisa. I believe we can!!!

Percayalah. Keberuntungan. Luck!!!! Keberuntungan itu juga masuk dalam hal yang penting. Tapi, jangan jadikan acuan. Tetaplah niat dan usaha yang kuat. Dengan seperti itu keberuntungan selalu menyertai kita.

Yang terakhir, sekali lagi, jangan terpaku dengan dimana kita menuntut ilmu. Karena yang membuat kita berbeda bukan kita di tempat yang tinggi. Tapi, bagaimana kita menempatkan diri kita dan menerapkan hal-hal yang kita dapat. Jangan bersikap psimistis. 

Dan ketika kita telah mendapatkan keberhasilan jangan lupa selalu bersyukur. Karena kebahagiaan dapat dihancurkan dalam waktu sedetik dan sebaliknya. Jangan terbutakan dengan apa yang telah kita punya dan dapatkan. Yang terpenting, kenali diri kita sehingga kita tahu seberapa berharganya diri kita untuk sesama.

Selamat belajar. Selamat bekerja. Kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi pada esok dan kemudian hari. Tetaplah berusaha daan niatkan untuk hal-hal yang berguna bagi sesama. Tidak semua orang memiliki pemikiran dan pandangan yang sama dengan kita. Tidak mungkin, semua orang akan setuju dengan pendapat kita. Biarkanlah setiap orang memilih caranya masing-masing. Keep on trying. Keep learning. Keepsmile. Keep spirit. Keep fighting. I know you can

Istiani 2014

Formula Competition 2016 se Jawa-Bali 

throwback tulisan jaman SMA akhir dengan sedikit perubahan
00.06
04-11-2016

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sisi Lain Posbindu #curhatpart1

Hari minggu, bangun pagi itu kadang menjadi hal yang menyebalkan bagi beberapa orang. Apalagi bangun pagi, mandi dan menjalankan aktivitas seperti biasanya. Hal ini pasti juga dirasakan pada kader remaja di daerah rumahku (termasuk aku). Rasanya berat sekali, harus bangun pagi, nyiapin meja, tempat, koordinasi dan lain sebagainya. Hingga tak terasa menjadi sebuah kebiasaan setiap satu bulan sekali. Ini terjadi minggu kemarin. Rasanya muak sekali mau berangkat posbindu. Lagi-lagi beban moril sebagai penanggungjawab mau tidak mau tetap harus turun ke lapangan. Ternyata pagi kemarin berbeda dari biasanya. Ada banyak hal yang membuat kita berhenti sejenak. Berhenti untuk mengeluh. Berhenti untuk terlalu obsesi. Berhenti untuk selalu ambisius. Berhenti untuk terlalu kapitalis. Kenapa? Apa hubungannya? Kita lihat memang tidak ada hubungan sama sekali. Tetapi, ketika aku telusuri ada. Mulai dari persiapan. Dimana setiap dusun (oiya Posbindu ini untuk se Pedukuhan yang terdiri dari 3 dus...

Syukur Selalu (Surat untuk Diriku)

Syukur Selalu Surat untuk Diriku Tidak menyangka ya Is, kita telah melewati lika-liku hidup. Terimakasih ya telah mau diajak berjuang dan memulai hal yang baru di tahun 2020. Tidak terasa Januari, Februari telah kita lewati. Dan Maret akan segera berakhir. Terimakasih telah menjadi kuat. 2020 awal   masuk dunia administrasi birokrat yang selama ini aku hindari. Dunia yang ternyata menguras energi, air mata dan penuh challange. Aku ingat banget ketika berkata “Yes, I do” di ruang Aula tempat aku bekerja. Sejak saat itulah hidupku berubah total. Birokrat. Awal-awal terasa sangat berat ditambah rutinitas yang begitu membosankan. Tidak ada teman berbagi (mencurahkan keluh kesah) menjadi kendala bagi seorang ekstrovert sepertiku. Januari menjadi awal yang sangat berat. Rancangan anggaran yang terus revisi, administrasi yang begitu panjang proses dan tingakatannya, ditambah powerless anak baru yang seakan harus wajib aku jalani. Ingat banget harus menjalankan tugas rumahan ...

OKI 2012 part III

OKI Part III (@UGM) Campus Travelling Bus putih biru menyusuri jalan ditemani rintikan gerimis dan awan keabu-abuan berjalan seraya memberi sebuah peringatan.   Melewati jalan yang begitu sesak oleh calon pepmpin bangsa membuat suatu atmosphere tersendiri pagi itu. Kampus tua dn tertua di negeri kita ini tetalah kokoh dan gagah. Begitu yakin dan meyakinkan. Kampus impianku. Tibalah aku disitu. Menginjak tanah kampus ini untuk kesekian kalinya selalu membuatku darah mengalir begitu cepat. Detak jantung terasa begitu cepat. Tapi,langkahku tetap terpadu dengan warna kehidupan pagi ini.   Ku langkahkan kakiku di sebuah gedung megah yang selama ini tidak aku temui di UGM. #maklum sangat luas. Banyak wisudawan berfoto di depan gedung tersebut, yeahhh... keompokku gak mau kalah juga ini rupanya?? Calon wisudawan UGM. Amin J