Langsung ke konten utama

Dear Mr. Cloud



For someone who i give the name of a cloud.

Hallo? My cloud, how are you today? I hope you will be better.. How are you the man who ever i admire one year ago? Yeahh you changed. Of course, everyone going to changed with their maturation. Just that, you start to get away from me. You are so phlegmatic. Sometimes, you don’t conseder me beside you. But, sometimes you very protect me. You make me confused, my cloud.

I know, you have had soulmate. But, why you don’t recognize in front of me? You know, it’is painful. Mr. Cloud, help me please. I don’t force to love me. I just want to understand. Understand my sense, my feeling.


Okey, my cloud, it’s enough. Please, don’t give me empty wishes. I think, you unnecessarily give your heart for me. i wanna you smile and beside me. Listen my story, hear my complaints, give me a bright side.

My cloud, i miss your emotion icons in chat or msg. I miss your childish behavior. When you complaint about your life, your friend and the other. I also miss your story, about your family, your soulmate, your future and your problem. I extremely miss it, My cloud.

My cloud, this is your chat and msg from you
 -the most awful thing, reconciling hearts with logic. :( sick
-is surely, i fell so stress. I want to refresh my mind :3
-still hubbub, sist.. hee

Olaalaa you are so childish, Mr cloud. Ohh you also give me some motivation when i confused or sad haha

Finally, i start tired to write all about you, at the last, Thank you for your come. Thankyou for your leave. Thank you for your story, thank you for your mind, thank you for all for me. i will always miss it.

This is a poetry for you :)



Never tired to take a photo your sparkle
Never tired to see your beauty
With you,  with your clod
Your clod like taffy
So sweet
They are like you, Mr
So, i give you a name
Mr. Cloud
Humble but so charming



09.06
04/07/2014
From someone who you think young sister :3



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sisi Lain Posbindu #curhatpart1

Hari minggu, bangun pagi itu kadang menjadi hal yang menyebalkan bagi beberapa orang. Apalagi bangun pagi, mandi dan menjalankan aktivitas seperti biasanya. Hal ini pasti juga dirasakan pada kader remaja di daerah rumahku (termasuk aku). Rasanya berat sekali, harus bangun pagi, nyiapin meja, tempat, koordinasi dan lain sebagainya. Hingga tak terasa menjadi sebuah kebiasaan setiap satu bulan sekali. Ini terjadi minggu kemarin. Rasanya muak sekali mau berangkat posbindu. Lagi-lagi beban moril sebagai penanggungjawab mau tidak mau tetap harus turun ke lapangan. Ternyata pagi kemarin berbeda dari biasanya. Ada banyak hal yang membuat kita berhenti sejenak. Berhenti untuk mengeluh. Berhenti untuk terlalu obsesi. Berhenti untuk selalu ambisius. Berhenti untuk terlalu kapitalis. Kenapa? Apa hubungannya? Kita lihat memang tidak ada hubungan sama sekali. Tetapi, ketika aku telusuri ada. Mulai dari persiapan. Dimana setiap dusun (oiya Posbindu ini untuk se Pedukuhan yang terdiri dari 3 dus...

Syukur Selalu (Surat untuk Diriku)

Syukur Selalu Surat untuk Diriku Tidak menyangka ya Is, kita telah melewati lika-liku hidup. Terimakasih ya telah mau diajak berjuang dan memulai hal yang baru di tahun 2020. Tidak terasa Januari, Februari telah kita lewati. Dan Maret akan segera berakhir. Terimakasih telah menjadi kuat. 2020 awal   masuk dunia administrasi birokrat yang selama ini aku hindari. Dunia yang ternyata menguras energi, air mata dan penuh challange. Aku ingat banget ketika berkata “Yes, I do” di ruang Aula tempat aku bekerja. Sejak saat itulah hidupku berubah total. Birokrat. Awal-awal terasa sangat berat ditambah rutinitas yang begitu membosankan. Tidak ada teman berbagi (mencurahkan keluh kesah) menjadi kendala bagi seorang ekstrovert sepertiku. Januari menjadi awal yang sangat berat. Rancangan anggaran yang terus revisi, administrasi yang begitu panjang proses dan tingakatannya, ditambah powerless anak baru yang seakan harus wajib aku jalani. Ingat banget harus menjalankan tugas rumahan ...

OKI 2012 part III

OKI Part III (@UGM) Campus Travelling Bus putih biru menyusuri jalan ditemani rintikan gerimis dan awan keabu-abuan berjalan seraya memberi sebuah peringatan.   Melewati jalan yang begitu sesak oleh calon pepmpin bangsa membuat suatu atmosphere tersendiri pagi itu. Kampus tua dn tertua di negeri kita ini tetalah kokoh dan gagah. Begitu yakin dan meyakinkan. Kampus impianku. Tibalah aku disitu. Menginjak tanah kampus ini untuk kesekian kalinya selalu membuatku darah mengalir begitu cepat. Detak jantung terasa begitu cepat. Tapi,langkahku tetap terpadu dengan warna kehidupan pagi ini.   Ku langkahkan kakiku di sebuah gedung megah yang selama ini tidak aku temui di UGM. #maklum sangat luas. Banyak wisudawan berfoto di depan gedung tersebut, yeahhh... keompokku gak mau kalah juga ini rupanya?? Calon wisudawan UGM. Amin J