Langsung ke konten utama

From Daughter To Father


Minggu, 25 JANUARI 2015

Happy Birthday Daddy.
May your life be full of joy, love and light. May your way be an endless wander through the miracles all along and interesting and well-hearted people cross it. May the only wrinkles you get those coming from honest laughter and the only memories of your heart consisting of passion and inspiration..

SELAMAT ULANG TAHUN AYAH, MY HERO IN MY LIFE

AYAH,
Terimakasih engkau telah mendidik anakmu dengan sangat baik dan istimewa
Tak kan ada yang dapat menggantikan semua perjuangan piluhmu
Tak kan ternilai harganya, jika dibandingkan dengan bongkahan emas sebesar bulan

AYAH,
 I LOVE YOU
Maafkan anakmu jika masih sering mengeluh pada kehidupannya
Maafkan anakmu yang masih merengek-rengek pada kehidupan

AYAH,
Terimakasih telah membimbing anakmu
Tanpamu anakmu hanyalah butiran debu
Takkan pernah bisa seperti ini
TERIMAKASIH AYAH :*

AYAH,
Karenamulah anakmu tahu mana laki-laki yang baik dan mana yang tidak
Karenamulah anakmu menjadi sosok yang disiplin dan bisa memilah mana yang harus diambil mana yang tidak
Karenamulah anakmu tahu apa itu cinta sejati
Karenamulah anakmu mengerti arti cinta yang sesunggugnya

AYAH
Aku tahu
Kenapa engkau se over-protective pada semua anak-anakmu. Iya. Ini hanya demi kebaikan semua anak-anakmu.
Terimakasih ayah
Yang selalu tanya kabar everywhere everytime everyday :*
Yang selalu menungguku ketika aku belum pulang kuliah, rapat, bahkan main :*
Semogaa ayah selalu diberikan kesehatan, kekuatan, dan kebahagiaan
Tuhan, Lindungilah ayahku dari segala kejahatan dan keburukan
Bahagiakanlah beliau seperti membahagiakanku hingga menjadi ISTI yang sekarang ini  :)

love
your daughter

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sisi Lain Posbindu #curhatpart1

Hari minggu, bangun pagi itu kadang menjadi hal yang menyebalkan bagi beberapa orang. Apalagi bangun pagi, mandi dan menjalankan aktivitas seperti biasanya. Hal ini pasti juga dirasakan pada kader remaja di daerah rumahku (termasuk aku). Rasanya berat sekali, harus bangun pagi, nyiapin meja, tempat, koordinasi dan lain sebagainya. Hingga tak terasa menjadi sebuah kebiasaan setiap satu bulan sekali. Ini terjadi minggu kemarin. Rasanya muak sekali mau berangkat posbindu. Lagi-lagi beban moril sebagai penanggungjawab mau tidak mau tetap harus turun ke lapangan. Ternyata pagi kemarin berbeda dari biasanya. Ada banyak hal yang membuat kita berhenti sejenak. Berhenti untuk mengeluh. Berhenti untuk terlalu obsesi. Berhenti untuk selalu ambisius. Berhenti untuk terlalu kapitalis. Kenapa? Apa hubungannya? Kita lihat memang tidak ada hubungan sama sekali. Tetapi, ketika aku telusuri ada. Mulai dari persiapan. Dimana setiap dusun (oiya Posbindu ini untuk se Pedukuhan yang terdiri dari 3 dus...

Syukur Selalu (Surat untuk Diriku)

Syukur Selalu Surat untuk Diriku Tidak menyangka ya Is, kita telah melewati lika-liku hidup. Terimakasih ya telah mau diajak berjuang dan memulai hal yang baru di tahun 2020. Tidak terasa Januari, Februari telah kita lewati. Dan Maret akan segera berakhir. Terimakasih telah menjadi kuat. 2020 awal   masuk dunia administrasi birokrat yang selama ini aku hindari. Dunia yang ternyata menguras energi, air mata dan penuh challange. Aku ingat banget ketika berkata “Yes, I do” di ruang Aula tempat aku bekerja. Sejak saat itulah hidupku berubah total. Birokrat. Awal-awal terasa sangat berat ditambah rutinitas yang begitu membosankan. Tidak ada teman berbagi (mencurahkan keluh kesah) menjadi kendala bagi seorang ekstrovert sepertiku. Januari menjadi awal yang sangat berat. Rancangan anggaran yang terus revisi, administrasi yang begitu panjang proses dan tingakatannya, ditambah powerless anak baru yang seakan harus wajib aku jalani. Ingat banget harus menjalankan tugas rumahan ...

OKI 2012 part III

OKI Part III (@UGM) Campus Travelling Bus putih biru menyusuri jalan ditemani rintikan gerimis dan awan keabu-abuan berjalan seraya memberi sebuah peringatan.   Melewati jalan yang begitu sesak oleh calon pepmpin bangsa membuat suatu atmosphere tersendiri pagi itu. Kampus tua dn tertua di negeri kita ini tetalah kokoh dan gagah. Begitu yakin dan meyakinkan. Kampus impianku. Tibalah aku disitu. Menginjak tanah kampus ini untuk kesekian kalinya selalu membuatku darah mengalir begitu cepat. Detak jantung terasa begitu cepat. Tapi,langkahku tetap terpadu dengan warna kehidupan pagi ini.   Ku langkahkan kakiku di sebuah gedung megah yang selama ini tidak aku temui di UGM. #maklum sangat luas. Banyak wisudawan berfoto di depan gedung tersebut, yeahhh... keompokku gak mau kalah juga ini rupanya?? Calon wisudawan UGM. Amin J