Langsung ke konten utama

Postingan

Terimakasih Tuhan, telah mengajarkan dan Mengingatkan untuk Bersyukur kepada-MU

Alhamdulillahirobbil'alamin.... Kalimat yang sering saya lupakan ketika mendapatkan rejeki dari Tuhan. Saya lebih sering lupa untuk berterimakasih kepada-Nya ketika raga ini mendapatkan sepercik rejeki yang Engkau datangkan kepadaku. Yeah, hari ini merupakan hari yang sangat spesial bagi kehidupan saya. Hari dimana saya merasakan aneka rasa perasaan. Persahabatan, cinta, sayang, bakti, sedih, kecewa, marah, bingung, dan perasaan-perasaan lainnya.  Terimakasih Tuhan, telah memberikan Ayah dan Ibu yang bisa menerima saya apa adanya... Ibu, ayah, hanya kata maaf yang dapat saya ucapkan malam ini. Maafkan saya, yang telah terlalu banyak merepotkan ibu, ayah. Maafkan saya yang telah sering membuat kecewa ibu, ayah. Sekali lagi maafkan saya atas kebodohan saya yang telah dilakukan selama ini. maafkan saya yang belum bisa bahkan tidak bisa menjadi yang terbaik bagimu. Tetapi, saya akan terus berusaha untuk ibu, ayah.  Sekali lagi maafkan saya Terimakasih Tuhan, t...

Cerita Dua Ribu Dua Belas

Saya benci harus jujur mengenai hal seperti ini...... Waktu itu mungkin aku terlalu dini untuk mengerti tentang cinta. Sehingga kamu menganggapku hanyalah anak kecil yang datang menghampirimu saja. Saya ingin sekali rasanya bercerita tentang hal ini padamu. Tetapi, saat ini aku masih berada dijalan menuju sebuah kampus di Yogyakarta. Ditemani rintikan hujan, aku mengantarkan sahabatku untuk tes UM-Reguler di UIN Sunan Kalijaga. Kampus yang mempunyai cerita tersendiri bagi beberapa orang dan termasuk saya. Hujannya begitu menyebalkan. Seperti pria PHP (Pemberi Harapan Palsu) kepada wanita. Disaat aku kehujanan seperti ini, tentulah aku selalu ingat dua ribu dua belas. Dimana sebuah rasa itu tumbuh dan mulai mencampur dalam otak ini 2012. Sebuah angka yang sangat mengesankan bagi kehidupanku. Angka dimana aku mulai belajar tentang banyak hal. Terutama diakhir-akhir 2012. Diawali dengan sebuah perasaan baru yang datang. Perasaan yang awalnya hanya kuabaikan. Waktu it...

Tuan yang (tidak) Peka, Tolong Bantu Lupakan Ini

Tuan, terkadang hidup itu memang aneh ya? kadang merasa sangat bahagia, kadang sangat sedih. Kadang hujan kadang panas. Tuan, kadang benci kadang cinta, kadang sebal, kadang gemes, kadang gembira ya hati itu. Tuan, kenapa ya hati ini jadi terombang-ambing dan serumit ini? Padahal sebelumnya hati ini tidak serepot begini. Tuan , kenapa engkau selalu merayap dalam pikiranmu. Kenapa engkau tanpa basa-basi masuk tanpa permisi dalam kehidupanku. Tuan, aku tak tahu engkau begitu hebat memasuki relung hatiku. Mulai dari melihatmu, kemudian mengenalmu, lalu mencintaimu. Semuanya begitu kilat. Entah kamu. Tuan, andai engkau tahu. Engkaulah penyemangat hariku, menjelma menjadikan senyum indah bagiku. Tuan, begitu dahsyatnya engkau menguasai hari-hariku. Tuan mungkin hati dan jiwa ini jatuh cinta padamu. Tetapi entah denganmu tuan. Begitu rapi dan tersembunyi perasaaan ini tanpa kamu sadari, Tuan. Begitu diam-diam semuanya. Hingga kamu tetap membeku dan tak pernah peka terhadap semua...